6 June 2012

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI


PEMBAHASAN 

 1.1.
Lingkungan dunia yang mengalami perubahan seperti adanya globalisasi, kontrol masyarakat, perkembangan teknologi, memberikan dampak bagi perkembangan suatu negara maupun bisnis. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini, perusahaan baik perusahaan produk maupun jasa di dunia ini berburu strategi yang baik untuk kelangsungan hidup perusahaan mereka.
Pertimbangan global praktis berdampak pada keputusan strategi. Untuk mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlu adanya manajemen strategi.
Dalam dunia bisnis tidak akan lepas dari persaingan dengan perusahaan lain. Perusahaan harus dapat mengetahui apa yang diinginkan konsumen. Sehingga dalam hal ini perusahaan harus menyusun pilihan strategi yang baik bagi perusahaannya.



2.1. Pengertian Strategi
Menurut Stoner, Freeman dan Gibert Jr yang dikutip Fandy Tjiptono (2000:3) dalam bukunya strategi pemasaran, bahwa pengertian strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda yaitu:
a.       Dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan (intend to do)
b.      Dari perspektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).
Berdasarkan perspektif pertama, pengertian strategi adalah sebuah program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya. Berdasarkan perspektif kedua, pengertian strategi didefenisikani sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu.
Menurut Daft (2002: 307), pengertian strategi adalah ”Rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktifitas-aktifitas untuk menanggapi lingkungan dan membantu mencapai sasaran atau tujuan organisasi. ” Strategi dalam suatu organisasi merupakan cara untuk mencapai tujuan-tujuan, mengatasi segala kesulitan dengan memanfaatkan sumber-sumber dan kemampuan yang dimilikinya. Jadi strategi merupakan suatu rencana yang ditujukan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa perusahaan mungkin mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang digunakan berbeda. Strategi ini berdasarkan suatu tujuan dan sebuah strategi tidak cukup hanyalah sebuah rencana belaka, namun strategi haruslah sampai pada penerapannya, sehingga demikianlah dikatakan bahwa strategi tidak semata-mata hanya sebuah pola perencanaan saja, namun bagaimana strategi tersebut dapat dilaksanakan.

2.2. Tingkatan Strategi
Terdapat 3 tingkatan strategi dalam organisasi yaitu:
1.      Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy)
Strategi ini ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut. Strategi korporasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi keuangan secara langsung.
2.      Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy)
Strategi ini ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi (Strategy Business Unit=SBU). Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis yang ada. Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi.
3.      Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy)
Strategi ini mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis. Dtrategi fungsional berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi SDM, fungsi keuangan, fungsi riset dan pengembangan (R&D). Strategi fungsional harus mengarah kepada strategi bisnis dan konsep mereka yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban bagaimana cara menerapkannya.

2.3. Pilihan Strategi Perusahaan Produk dan Jasa Terkemuka di Dunia
Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.
Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.
Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat.
Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya.
Demikianlah, tiga jurus strategi bisnis yang layak dikedepankan. Deretan jurus yang bila dipentaskan dengan presisi yang tinggi dijamin akan menghantarkan sang pemainnya dalam bahtera keunggulan.
2.4. Strategi Perusahaan Produk Terkemuka di Dunia
Perusahaan produk yang di ambil adalah Perusahaan Apple. Kegiatan bisnis perusahaan Apple bergerak di bidang teknologi  yang memproduksi dan mendisign software dan hardware computer serta produk elektronik lainnya. Perusahaan Apple menjalankan bisnis berorientasi laba.
Operational Excellence (Keunggulan Operasional)
Manajemen Sumber Daya Manusia Apple memiliki sinergi yang sempurna antara beragam tim baik tim desain, tim software, maupun tim hardware. Semua melakukan kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak dilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagian hardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan bersama-sama secara simultan. Jika kita telisik, ketiga elemen people management : elemen yang ini semuanya bermuara pada pertama tentang leadership yang kuat dan visioner, yang kedua tentang kekuatan sinergi, dan yang ketiga tentang pengembangan kompetensi dan keahlian.
Pasar yang dibidik Apple inc antara lain kalangan pelajar, pekerja, pemerintahan, serta masyarakat internasional. Konsumen di pasar berkembang, seperti Cina, Brasil, dan Timur Tengah, memainkan peran signifikan dalam penjualan iPhone. Hal ini tecermin dari makin banyaknya perusahaan yang menggunakan gadget iPhone dan iPad untuk melancarkan kegiatan bisnis mereka.
Apple melakukan patent untuk menguasai pasar. Hal ini terlihat pada hampir setiap inovasi baru dari Apple selalu dipatentkan terlebih dahulu jauh sebelum iDevicenya di luncurkan. Hampir keseluruhan aspek yang melingkupi smartphone hingga ke hal yang sekecil-kecilnya di patentkan. Walaupun tidak semua inovasi dari Apple untuk iOS yang akan diterapkan pada iDevice tergolong baru, tapi tetap saja langkah strategis untuk mengamankan pasar ini secara konstan dilakukan oleh Apple. Patent ini bisa juga termasuk dari kampanye persiapan yang rutin dijalankan Apple, yang bisa berfungsi sebagai 'product knowledge' untuk mengedukasi konsumen Apple. Sehingga jauh hari sebelumnya para konsumen Apple tidak dihadapkan oleh kebingungan dari penggunaan UI iDevice itu sendiri nantinya.
Product Leadership (Keunggulan Produk)
Apple memiliki kecocokan produk pasar karena Apple berusaha agar setiap orang mudah menggunakannya dengan mudahnya pengoperasian UI dari iOS. Tidak semua orang berasal dari kalangan maniak gadget. Bahkan hampir mayoritas pengguna smartphone tidak tahu apa saja fitur yang terdapat di smartphonenya. Di iOS membuat semua aplikasi tidak ada yang sia-sia. Semuanya terpakai dan mudah dipahami. Kesederhanaan desain seperti ini ternyata yang menjadi pilihan banyak orang. Tidak terlalu susah menjalankanya tapi tetap bergaya penggunaannya. Inilah desain khas dari Apple iDevice yang simpel nan cantik, cocok untuk semua kalangan. Karena tidak terlihatnya pemisahan segmen seperti usia, jenis kelamin dan kegiatan secara spesifik, membuat Apple iDevice dapat diterima dengan sangat baik oleh konsumen.
Customer Intimacy (Keintiman dengan Pelanggan)
Apple memiliki pelayanan yang hebat terhadap konsumen dengan cara menanggapi keluhan konsumen dengan baik. Penggantian dengan unit baru jika ada kerusakan dan jarang masuk Service Centre ternyata membawa dampak yang cukup berkesan dihati konsumen. Kemudian keluhan dari konsumen terhadap aplikasi yang mempunyai 'bug' pun sangat ditanggapi oleh Apple. Jika ada maka ini diteruskan ke sang pengembang. Konsekuensinya juga cukup berat jika pengembang lambat mengupdate aplikasinya, seperti dihapusnya aplikasi tersebut dari Apps Store. Aturan sortir ketat terhadap aplikasi yang mengandung kode berbahaya (malware) juga semakin menambah kepercayaan konsumen dan semakin meningkatkan kompetensi antar pengembang aplikasi. Inilah yang membuat ikatan antara Apple, pengembang aplikasi dan konsumen terjalin harmonis dan tampaknya strategi Apple ini sudah mulai dikuti oleh para kompetitornya.
Strategi pemasaran produk Apple bermacam – macam. Ada yang secara langsung kepada konsumen ( Mac dan ipod ) dan ada pula yang memalui makelar yaitu dengan cara bundling dengan beberapa operator selular ( iphone 3G dan iphone 3GS ). Penerapan strategi people management perusahaan Apple merupakan perpaduan antara pengoptimalan sumber daya manusia yang handal dan kerja tim dari berbagai fungsional untuk mencapai visi perusahaan.

2.5. Strategi Perusahaan Jasa Terkemuka di Dunia
Perusahaan jasa terkemuka di dunia adalah Perusahaan Singapore Airlines. Singapore Airlines adalah adalah maskapai penerbangan nasional Singapura. Singapore Airlines adalah salah satu maskapai terbaik dan tersukses di Asia dengan penerbangan ke Eropa, Amerika Utara, serta Asia dan Australia. Penerbangan ke beberapa kota Asia Tenggara, Republik Rakyat Cina, dan India ditangani oleh SilkAir sedangkan kargonya ditangani oleh Singapore Airlines Cargo.
Product Leadership (Keunggulan Produk).
Mengikuti tren pesawat dengan tarif murah (low-cost carrier), Singapore Airlines membuka Tiger Airways yang juga bermarkas di Bandara Internasional Changi Singapura. Perusahaan ini berpusat di Singapura. Kemampuannya  untuk menjadi perusahaan penerbangan yang cukup disegani, dikarenakan Singapore Airlines sangat mengedepankan pelayanan yang superior, dimana pelayanan yang superior ini diwujudkan melalui strategi tiga pilar yang dimilikinya, meliputi pelayanan penerbangan yang superior, penerbangan dengan teknologi yang paling modern, dan pelayanan darat yang luar biasa, sehingga dengan menerapkan strategi 3 pilar itu, maka Singapore Airlines memiliki keunggulan kompetitif dalam hal diferensiasi. Yang artinya Singapore Airlines memberikan pelayanan yang lebih superior. SIA juga menggunakan pesawat yang memiliki rata-rata usia 5 tahun 1 bulan, dibawah rata-rata industri yang mendekati 12 tahun. Selain itu, penerbangan juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, yaitu pelayanan telpon pesawat internasional, fasilitas facsimile, layer video interaksi individu sehingga memungkinkan penumpang untuk mengakses berita, bermain game computer, memesan barang yang dijual di pesawat dan dapat memantau saham atau harga pasar uang.
Operational Excellence (Keunggulan Operasional)
Salah satu usaha Singapore Airlines untuk mewujudkan pelayanan yang superior adalah dengan memberikan pelatihan yang berkesinambungan kepada karyawan, sehingga karyawan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang. Usaha ini tercermin dalam motto “outstanding servise on the ground“ yang merupakan salah satu motto bagi ground crew, bahwa pelayanan superior merupakan satu-satunya sumber keunggulan kompetitif yang memungkinkan dan menganggap bahwa penerbangan  yang mereka berikan bukan hanya sekedar penerbangan biasa, tetapi merupakan penerbangan yang berkualitas.
Dalam memberikan pelayanan darat yang luar biasa SIA memusatkan perhatiannya pada peningkatan pelayanan di pemesanan, kantor tiket dan yang paling penting adalah pada tiap bandara yang dilalui oleh Singapore Airlines. Penanganan ini dilakukan oleh agen-agen yang tersebar di 70 tempat di seluruh dunia, dimana di tiap bandara diberikan standar dalam hal ketepatan waktu, penanganan barang, kecepatan dan keramahan pendaftaran, efisiensi tugas pemesanan kursi, jumlah komplain dan pujian dari pelanggan, dan profesionalisme dalam penanganan kelambatan.
Perusahaan SIA menerapkan kebijakan pelatihan khususnya bagi karyawan front line. Pelatihan itu diadakan sedikitnya sekali setahun. Biaya pelatihan tersebut didapatkan dari pendapatan SIA dengan persentase 12% dari total pendapatan SIA. Pelatihan diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kealian serta kemampuan setiap karyawan mengenai kepekaan terhadap produk, pelanggan, serta pelayanan terhadap penumpang. Waktu pelatihan dilakukan selama 4 bulan. Inti dari pelaihan ini menekankan pada sentuhan manusiawi, artinya karyawan mampu mengingat nama penumpang serta belajar untuk mengetahui penumpang mana yang ingin berkomunikasi dan yang tidak ingin berkomunikasi. Semboyan yang ditekankan pada pelatihan tersebut adalah “ jangan sekali-kali berpikir bahwa pelanggan sebagai gangguan, namun sebaliknya pelanggan adalah pemilik kita. Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut meliputi pembelajaran eksperimental. Selain itu, ada 2 metode lain yang dimasukkan rescripting dan brainstorming, dimana tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri serta berpikir untu memecahkan masalah.
SIA memberikan pengakuan serta penghargaan bagi staf yang memberikan pelayanan yang luar biasa bagi pelanggan serta ide-ide bagus bagi perusahaan. Pada tahun 1992 sebuah OSG feedback competition menguji pemahaman staf atas permasalahan yang terjadi pada front line. Kegiatan ini mendorong staf untuk berfikir lebih agar mendapakan penghargaan.
Customer Intimacy (Keintiman dengan Pelanggan)
Untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan SIA harus menerapkan one to one marketing, karena dengan menerapkan one to one marketing maka perusahaan dapat memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara individual, sehingga membuat pelanggan puas dan pada ahirnya mereka menjadi setia. Dengan menggunakan One to one marketing SIA dapat melakukan identifikasi pelanggan, tidak hanya nama dan alamat saja tapi juga meliputi kebutuhan pelanggan, differentiate yang artinya membedakan pelanggan berdasarkan nilai pelanggan tersebut terhadap perusahaan dan kebutuhan dari pelanggan tersebut, interact yang berarti melakuan komunikasi dua arah dengan pelanggan dan meng-customize produk agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Informasi yang diperoleh  perusahaan dari pelanggan kemudian disimpan pada data base dan berdasarkan data tersebut maka perusahaan dapat memprediksi kebutuhan pelanggan di masa datang. Untuk menerapkan one to one marketing SIA dapat memulainya dengan menyediakan call centre dengan system toll free sehingga dapat memudahkan komunikasi dua arah dengan pelanggan.



DAFTAR PUSTAKA

3.      http://litnastory-justforfun-litnalitna.blogspot.com/2012/02/strategi-bisnis-apple-inc.html
4.      xa.yimg.com/kq/groups/23224741/.../SingaporeAirLinesFinal.docx



8 comments:

  1. terima kasih catatannya.. saya baca untuk menambah ilmu nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. silakan,, semoga bermanfaat :)

      Delete
  2. lagu'a boleh juga...:)

    ReplyDelete
  3. ini kesimpulan and sarannya gak ada ya..????
    tolong di kasih ya...
    thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya gak adaa,,, simpulin z sendiri ,, percaya deh kamu orang intelek pasti bisa nyimpulin :)

      Delete