24 July 2012

Teori-teori kepemimpinan


  • Teori-Teori orang besar
  • Teori-teori sifat
  • Teori-teori lingkungan
Banyak teori sebelumnya yang mengungkapkan bahwa tampilnya pemimpin seorang pemimpin adalah sebagai hasil ramuan dari waktu, tempat dan situasi. Tampilnya seorang pemimpin sebenarnya tergantung pada kemampuan dan keterampilannya menyelesaikan masalah sosial yang memang sangat dibutuhkan disaat timbul ketegangan, perubahan-perubahan dan adaptasi. Corazon Aquino mungkin salah satu contoh dari pemimpin yang dilahirkan oleh lingkungan dimana massa tidak mempersoalkan tentang masalah kualitasnya sebagai seorang negarawan ulung.
  • Teori Situasional-Pribadi
Teori ini mengawinkan teori orang besar dengan teori situasional. Dalam kedua teori terdahulu,  interaksi antara individu dan situasi terlupakan. Teori yang baru ini menganggap perlu untuk menganalisis karakteristik pribadi seperti sifat-sifat intelektual dari pemimpin tersebut sekaligus dikaitkan dengan situasi khusus tempat ia tampil. Jadi pada dasarnya kepemimpinan dihasilkan oleh tiga faktor, : 1.  Sifat-sifat pribadi dari pemimpin, 2. Warna dan karakteristik kelompoknya, dan 3. Peristiwa, perubahan, atau masalah yang dihadapi oleh kelompok tersebut.
  • Teori-teori Psikhoanalitik
Teori ini menginpretasikan pemimpin sebagai Ayah, sebagai sumber dari kasih dan ketakutan, sebagai simbol dari super ego, sebagai tempat pelampiasan kekecewaan, frustasi dan agresivitas para pengikut, tetapi juga sebagai orang yang membagi kasih kepada pengikutnya. Banyak pemimpin serupa ini yang dapat ditelusuri karakteristik kepemimpinannya sejak masa kanak-kanak. Tipe pemimpin semacam Hitler dapat digolongkan disini.
Tipe pemimpin karismatik juga tercakup dalam teori ini. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (1988), yang dimaksud dengan kharisma adalah  keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya
  • Teori-teori Antisipas-Interaksi
  1. Leader Rule Theory
  2. A two-Stage model
  • Teori-teori manusiawi
Teori ini menekankan pada pertumbuhan dan perkembangan dari suatu organisasi yang efektif dan kohesif. Kalau manusia adalah organisme yang dapat dimotivasi , Maka organisasi justru dapat dimanipulasi dan dikendalikan. Oleh karena itu, fungsi kepemimpinan disini adalah memodifikasi organisasi sedemikian rupa sehingga orang-orang dalam organisasi merasa memiliki kebebasan untuk merealisasikan potensi motivasionalnya dalam memenuhi kebutuhannya , tetapi juga pada saat yang bersamaan dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. 
  • Teori-teori Pertukaran
Teori ini berpandangan bahwa sebenarnya interaksi sosial merupakan suatu bentuk pertukaran  yang anggota-anggota kelompok memberi dan menerima kontribusi secara sukarela atau cuma-cuma.  

referensi : Saluyu, Prof. Dr. J.2004.  Pengambilan keputusan stratejik Grasindo 

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home