21 August 2012

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Menurut Newman dan Hodgetts (1998:4), Human Resources Management (HRM) is the process by which organizations ensure the effective use of their associates in the pursuit of both organizational and individual goals”. yang kurang lebih memiliki arti : Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses yang dilakukan suatu organisasi atau perusahaan untuk memastikan bahwa sumber daya manusia yang ada digunakan secara efektif dalam usaha mencapai tujuan organisasi atau perusahaan serta tujuan individu. 

Menurut Dessler (19972), Human resources management refers to the policies and practices one need to carry out the people or human resources aspects of a management job. yang kurang lebih memiliki arti: Manajemen sumber daya manusia mengarah pada kebijakan dan tindakan yang dibutuhkan seseorang (manajer) untuk mengatur atau melaksanakan aspek sumber daya manusia dalam suatu tugas manajemen.

Jadi, manajemen sumber daya manusia merupakan manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada faktor produksi manusia dengan segala kegiatannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan investasi yang memegang peranan penting bagi perusahaan. Tanpa adanya sumber daya manusia, faktor produksi lain tidak dapat dijalankan dengan maksimal untuk mencapai tujuan perusahaan.

Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab terhadap aktivitas perusahaan yang bervariasi dengan melaksanakan fungsi-fungsinya. Menurut Cherrington (1995: 11), fungsi-fungsi sumber daya manusia terdiri dari:

a.Staffng/Employment

Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan, dan seleksi sumber daya manusia. Sebenamya para manajer bertanggung jawab untuk mengantisispasi kebutuhan sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya perusahaan, para manajer menjadi lebih tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk mengumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat hi. Meskipun penarikan tenaga kerja dilakukan sepenuhnya oleh departemen sumber daya manusia, departemen lain tetap terlibat dengan menyediakan deskripsi dari spesifikasi pekerjaan untuk membantu proses penarikan. Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesempatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.

b. Performance Evaluation

Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektif dan memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh bagian perusahaan. Departemen sumber daya rnanusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.

c. Compensation

Dalam hal kompensasi dibutuhkan suatu koordinasi yang baik antara departemen sumber daya manusia dengan para manajer. Para manajer bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengembangkan struktur gaji yang baik. Sistem kompensasi yang memerlukan keseimbangan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Pembayaran meliputi gaji, bonus, insentif, dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan. Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti, dan sebagainya. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kompensasi yang diberikan bersifat kompetitif diantara perusahaan yang sejenis, adil, sesuai dengan hukum yang berlaku (misalnya:UMR), dan memberikan motivasi.

d. Training and Development

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membantu para manajer menjadi pelatih dan penasehat yang baik bagi bawahannya, menciptakan program pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan kerja dan pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahaan akan program pelati han dan pengembangan, serta mengevaluasi efektifitas progam pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja Tanggung jawab ini membantu restrukturisasi perusahaan dan memberikan solusi terhadap konflik yang terjadi dalam perusahaan.

e. Employee Relations

Dalam perusahaan yang memiliki serikat pekeja, departemen sumber daya manusia berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja. Membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja merupakan tanggung jawab departemen sumber daya manusia. Setelah persetujuan disepakati, departemen sumber daya manusia membantu para manajer tentang bagaimana mengurus persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak. Tanggung jawab utama departernen sumber daya manusia adalah untuk menghindari praktek-praktek yang tidak sehat (misalnya:mogok kerj a,demonstrasi). Dalam perusahaan yang tidak memiliki serikat kerja, departemen sumber daya manusia dibutuhkan untuk terlibat dalam hubungan karyawan. Secara umum, para karyawan tidak bergabung dengan serikat kerja jika gaji mereka cukup memadai dan mereka percaya bahwa pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan mereka. Departemen sumber daya manusia dalam hal ini perlu memastikan apakah para karyawan diperlakukan secara baik dan apakah ada cara yang baik dan jelas untuk mengatasi keluhan. Setiap perusahaan, baik yang memiliki serikat pekerja atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.

f. Safety and Health
Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.

g. Personnel Research

Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.



Refferensi :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/manajemen-sumber-daya-manusia-fungsi.html

Labels:

10 August 2012

Duka dalam membuat laporan Praktek Kerja Lapangan

membuat laporan praktek kerja lapangan banyak kendala,,,,
pertama : setelah membuat konsep laporan praktek kerja lapangan, mau konsul ke dosen pembimbing dengan data yang sudah ada di flasdisk, ternyata kata bapak, "bagaimana bapak bisa menilai dan memberi masukan mengenai laporan ini jika masih dalam bentuk data flasdisk ?"
ke esokannya saya print out data yang di flasdisk, dan kembali konsul ke dosen pembimbing, setelah itu konsep laporan saya di lihat, di coret beberapa hal , dan dikasih tahu kurang ini itunya.
naskah laporan PKL untuk hal ini rugi 13 ribu.
ke esokan harinya, saya kembali konsul ke dosen pembimbing dengan print out revisi di hari pertama, asumsi saya setelah print out revisi kali ini tidak ada lagi yang di coret dan kurang karena hal tersebut sudah diterangkan di hari-hari sebelumnya, ternyata kali ini pun kembali di coret dan kurang ini itu yakni di latar belakang harus menyertakan di paragraf terakhir alasan PKL di Instansi tersebut dan di penutup untuk rekomendasi untuk penyusun, instansi n jurusan dibuat 3 poin, padahal kalau begitu, di hari pertama konsul harusnya memberikan arahan n keterangan yang lengkap supaya tidak print out kertas tidak berguna n merugikan.  kembali lagi dari print out kedua/revisi ini saya rugi 15 ribu.
setelah mendapat masukan dari hari kedua konsul ke dosen pembimbing, kemudian saya jilid lapoaran saya rangkap 2. kemudian dengan mantap menuju ke instansi. ternyata setelah di baca oleh instansi, karena di laporan saya ada penulisan nama orang yang tidak lengkap, ada penulisan jumlah uang untuk kegiatan di salah satu bidang diinstansi tersebut dan ada pernyataan yang tidak perlu untuk ditulis di laporan. alhasil di suruh di revisi dulu.  karena sudah di jilid dengan soft cover dengan rangkap 2 dan di corat-coret kembali rugi 47 ribu dah !!!
kalau di total dari pembuatan laporan praktek lapangan dari awal, saya rugi 75 ribu.
alhamdulillah sekarang sudah di ACC oleh instansi, tinggal tanda tangan dosen pembimbing,,, kali ini saya keluar duit 46 ribu.

total dengan yang gagal/kena coret baik itu oleh pembimbing dan instansi 
yang gagal/ di corat coret oleh instansi dan pembimbing : 75 ribu
laporan yang berhasil dan akan dikumpulkan hari senin : 46 ribu
totalnya saya keluar duit 121 ribu hanya karena ingin mendapat nilai A.
Gelo benar.

Labels:

1 August 2012

ORGANISASI LINI DAN STAFF

organisasi lini dan staf mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Organisasinya besar dan kompleks
  2. Jumlah karyawannya banyak
  3. Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi bagi seluruh anggota organisasi
  4. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.
Kebaikan organisasi tipe ini :
  • Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas penunjang
  • Bakat yang berbeda-beda dari para anggota organisasi dapat dikembangkan menjadi suatu spesialisasi
  • Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap kelompok dari kedua golongan karyawan itu
  • Disiplin serta moral biasanya tinggi
  • Penerapan prinsip the right man on the right place
  • Tipe ini mudah dijalankan

Labels: