23 June 2017

Menjadi Marketing Sukses

Dalam kehidupan sehari hari, marketing memang sangatlah dibutuhkan. Sebagai contoh, ketika anda sedang melamar pekerjaan, secara tidak langsung saat itu anda sedang menawarkan diri anda untuk dipilih menjadi salah satu karyawan diperusahaan yang sedang anda tuju. Dalam proses interview, biasanya pewawancara meminta anda untuk menunjukkan sisi positif anda agar perusahaan tersebut dapat mempekerjakan anda. Jika anda dapat menjalani proses interview tersebut dengan baik, berarti anda secara tidak langsung telah berhasil menawarkan diri anda untuk dipilih sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), pemasaran memiliki dua pengertian. Pertama. Proses,cara perbuatan memasarkan suatu barang dagangan. Kedua, perihal menyebarluaskan ke tengah tengah masyarakat. Menurut Willian J. Santon, Pemasaran bisa diartikan sebagai keseluruhan system dari berbagai kegiatan bisnis yang meliputi, kegiatan kegiatan bisnis yang ditujukkan untuk merencanakan proses penentuan harga, mempromosikanm hingga proses mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.

Menurut Philip Kotler, marketing adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Selain itu, Philip kotler dan Amstrong juga memberikan pengertian bahwa marketing bisa diartikan sebagai suatu proses social dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Peter Ducker yang dikenal sebagai salah seseorang pencetus teori manajemen menyebutkan bahwa orang yang dapat mengasumsikan bahwa akan selalu ada kebutuhan akan penjualan. Tujuan inti pemasaran bukanlah untuk memperluas penjualan, tetapi untuk memahami dan mengetahui pelanggan sehingga petugas pemasaran bisa tahu apakah produk yang akan dijual tersebut sesuai atau tidak dengan konsumen. Idealnya, seorang petugas pemasaran harus bisa menghasilkan seorang pelanggan yang bersedia membeli. Selanjutnya hanya tingga menyediakan produk atau jasa.

Disamping itu ada juga beberapa ahli ekonomi yang mendefinisikan marketing dalam dua pengertian, pertama. Marketing merupakan usaha untuk berbicara langsung dengan market (pasar) sehingga proses penawaran yang dilakukan oleh para pelaku marketing bisa lebih efektif dan efisien. Kedua, marketing bisa diartikan sebagai proses mencari cara untuk mendidik tentang manfaat dari sebuah produk (barang dan jasa) sehingga penjualan yang dilakukan tidak hanya focus pada harga semata, tetapi juga nilai manfaat dari produk yang ditawarkan tersebut.

Definisi pemasaran bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Jadi, kita bisa membuat sebuah kesimpulan bahwa pengertian dari pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,menentukan harga,promosi,dan mendistribusikan barang barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

Sumber Buku :
Marwanto, Aris. 2015. Marketing sukses (Ide Cemerlang Seputar Dunia Pemasaran). Yogyakarta:KOBIS.


Labels: ,

11 June 2017

Pekerjaan Sales Adalah Berbicara

Ada pepatah yang sudah akrab ditelinga kita, sedikit bicara banyak kerja. Pepatah ini benar jika kita benar memahaminya. Tetapi jika seseorang salah memahami maka pepatah ini akan menjadi bumerang. Mengapa demikian ? Karena zaman dilahirkannya pepatah tersebut berbeda dengan zaman sekarang. Pepatah sedikit bicara banyak bekerja adalah pepatah orang zaman dahulu, tepatnya pada saat pekerjaan pekerjaan masyarakat adalah bertani,berdagang,menjadi tukang, menjadi tentara dan sebagainya.

Zaman semakin lama semakin berkembang. Pada zaman sekarang ada banyak profesi yang baru yang dizaman dahulu tidak ada. Coba anda hitung sebagian profesi yang pekerjaannya hanya berbicara, niscaya anda akan mendapatkan lebih dari 10 profesi. Diantara profesi-profesi yang pekerjaanya adalah berbicara adalah komentator, juru kampanya, pembaca berita, tour guide, MC dan sales.

Bagi seorang sales, berbicara adalah pekerjaan. Jadi, tidak menjadi masalah jika seorang sales banyak bicara. Banyak bicaranya seorang sales tidak bisa disebut cerewet. Justru menjadi aneh jika seorang sales hanya berbicara seperlunya saja. Misalnya, seorang sales menawarkan mobil baru ia berkata. "Pak, Anda butuh mobil baru?" Bagaimana pendapat anda dengan cara seorang sales yang menawarkan barang dagangannya dengan kalimat seperti itu ?. Kemungkinan besar orang yang ditawari akan berkata, "Tidak", Mengapa ? Karena jika cara penawaran yang tidak menarik sama sekali bahasanya kaku. Seandainya orang tersebut membutuhkan atau menginginkan mobil baru mungkin ia akan mencari sendiri di tempat lain atau melihat di internet.

Seandainya seorang sales bisa sukses hanya dengan berbicara sekadarnya untuk mengajukan penawaran niscaya banyak orang ingin menjadi sales. Karena menjadi salesman memerlukan keuletan,keramahan,sopan santun,kecerdasan,kepandaian merayu orang,dan sebagainya, maka banyak orang yang gugur dalam meniti karirnya menjadi seorang salesman. Kadangkala seseorang gagal menjadi sales karena ia tidak memiliki satu saja sifat sales. Ada orang yang cerdas dan ramah dalam berkomunikasi tetapi ternyata tidak ulet, sehingga saat menghadapi penolakan dia berputus asa. Ada pula sales yang sebenarnya ulet,ramah dan bisa berkomunikasi dengan baik tetapi karena ia kurang cerdas, ia tidak bisa memilih orang yang akan di prospek, maka ia pun tersisih. Maka dari itu, pelajarilah diri anda sendiri. Apa sebenarnya kelebihan yang dianugerahkan tuhan kepada anda, lalu carilah kekurangan yang anda miliki agar anda bisa mencari tutup dari kekurangan tersebut.

Anjuran bagi seorang sales dalam berkomunikasi :

Salam Sales...
Seorang salesman atau Agen Asuransi kesehatan,pendidikan dan lainnya
Juga seorang salesman dana tunai dan lainnya
 Hubungi : 089609445162

Sumber :
Masykur,Syafi'i.2015.Menjadi Sales Handal (Jurus Jitu Melipatgandakan Penjualan di Tengah Persaingan).Yogyakarta : Kobis.

Labels: , ,

27 October 2015

Tujuan Negara Menurut Para Ahli

Adalah Machiavelli yang mengatakan bahwa negara bertujuan mencapai kebesaran dan kehormatan bangsa. Bila memakai terminologi yang lebih seram, tujuan negara adalah kekuasaaan. Untuk mencapai kekuasaan, negara perlu mempunyai tentara yang kuat dan teratur, tetapi sederhana dan selalu siap menghadapi bahaya.

Machiavelli memisahkan dengan tegas antara negara dan kepentingan rakyat. Dalam pandangannya, kecakapan dan kekritisan rakyat akan menyebabkan keruntuhan, tetapi rakyat yang penuh rasa takut jika diintimidasi dengan hukuman berat maka akan menjadi berani. Dan rakyat yang berani jika diiming imingi hadiah, kekuasaan dan harta pasti akan rela bertempur sampai mati.

Tujuan negara menurut Imanuel Kant, mengatakan tujuan negara adalah menjamin kedudukan hukum yang teratur bagi segenap warga negara, warga negara dalam hal ini manusia, sejak lahir telah mempunyai hak hak dasar yang tidak dapat dikurangi yaitu hak hidup, hak berserikat, hak berbicara. Hak hak alamiah merupakan hak hak asasi yang tidak dapat dilepaskan. Supaya hak hak asasi terjamin dan tidak dilanggar oleh negara, kekuasaan harus dibatasi oleh konstitusi.

Labels:

16 October 2015

Kredit Sebagai Alat Pengendali Harga

Dalam hal ini andaikata diperlukan adanya perluasan jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka salah satu caranya ialah dengan jalan mempermudah dan mempermurah pemberian kredit perbankan kepada masyarakat. Dalam hal keadaan sebaliknya yaitu andaikata dirasakan adanya keperluan untuk mempersempit jumlah uang yang beredar maka diusahakan adanya pembatasan pemberian kredit dengan satu pagu (ceiling,plafon) kredit tertentu.

Ingat bahwa jumlah uang yang beredar menutut Fisher Equation (MV = PT) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga !.

Keterangan :

Labels: ,

Kepercayaan Sebuah Tim

Kapanpun kita berbagi informasi dengan seseorang,berarti ada kesepakatan untuk saling mempercayai. Kita percaya bahwa orang itu akan menangani informasi tersebut dengan bertanggung jawab.

Sebagai tambahan, saat kita membagikan informasi terutama informasi yang sensitif sebuah pesan kuat dikirimkan kepada penerimanya. Pesan yang tidak terungkapkan ini mengatakan bahwa menghargai orang tersebut dan mempercayainya untuk bertindak dengan penuh tanggung jawab.
Sebaliknya, saat kita menolak untuk membagikan informasi yang sensitif kepada seseorang, kita mungkin mengirimkan pesan sebaliknya : bahwa orang itu tidak bisa dipercaya. Hal ini sering merusak hubungan kerja dan, jelas, kesempatan untuk perbaikan kerja.

Sebuah tim menjadi kuat karena informasi dibagikan secara terbuka dalam atmosfer kepercayaan dan saling menghormati. Anggota tim tahu bahwa mereka dilindungi oleh ikatan kepercayaan yang ada diantara mereka sehingga mereka merasa lebih bebas untuk menawarkan informasi yang mungkin sensitif,namun penting bagi kesuksesan tim.

Labels:

17 December 2014

Struktur Organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka

Susunan organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagaimana diatur dalam ayat (1) Pasal 28 Paragraf 2, Bagian Kesembilan, Bab VII Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka terdiri dari :
1.      Kepala Dinas
2.      Sekretariat, membawahkan :
a.       Sub Bagian Umum.
b.      Sub Bagian Keuangan.
c.       Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan.
3.      Bidang Anggaran, membawahkan :
a.       Seksi Penyusunan Anggaran.
b.      Seksi Pengendalian Anggaran.
4.      Bidang Pendapatan, membawahkan :
a.       Seksi Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dan lainnya.
b.      Seksi Pengelolaan Dana Perimbangan dan lain-lain Pendapatan yang sah.
c.       Seksi Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
5.      Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi, membawahkan :
a.       Seksi Pengelolaan Belanja Tidak Langsung.
b.      Seksi Pengelolaan Belanja Langsung.
c.       Seksi Akuntansi dan Pelaporan.
6.      Bidang Aset, membawahkan :
a.       Seksi Penatausahaan Aset Lancar dan Aset Lainnya.
b.      Seksi Penatausahaan Aset Tetap.
c.       Seksi Pelaporan Aset.
7.      Kelompok Jabatan Fungsional.


Labels: , , , , , ,

Proyeksi Neraca

Proyeksi neraca adalah perkiraan/estimasi angka pos-pos neraca perusahaan pada masa masa yang akan datang. Pos-pos  proyeksi neraca sama dengan pospos neraca sedangkan proyeksi meliputi beberapa tahun sesuai dengan jangka waktu kredit. Sama halnya dengan proyeksi perhitungan rugi/laba, maka angka angka proyeksi neraca disesuaikan dengan aktivitas perusahaan masing masing tahun di masa masa yang akan datang.

Sumber :
Firdaus,Rachmat. 1985. Teori dan Analisa Kredit. Bandung : PT. Purna Sarana Lingga Utama


Labels: , , , ,

Market Economic System

A society changes more advancing and more developing. The goods which are produced are not directed to fulfill the need of society, but they are also offered to the other societies. On the other way round, they also get the goods from other societies for fulfilling their economic need. The exchanges become extensive. The goods and merit which they produce become more various.
A market economic system is often called as liberal economic system or capitalistic economic system. The following are the characteristics of market economic system : The individual’s proprietary right are confessed, The freedom of endeavoring and the freedom of competing are given, Production orientation to market with the aim of achieving maximal beneafits,Economic activities are controlled by the market mechanism; the government does not have a right to adulterate in economics.


Sutarno,Sunarto,Sudarno,Isrorah,Siti Nurjanah. 2009. Theory and Aplication of Economics. Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Labels: , , , ,

Main Economy Problems

Each economyorganization will always plan the activities which will be done. In production planning, each economy organization will encounter three the main problems such as.
  1. What and how the commodities which must be produced ? in other words, how many goods and merit which must be produced ? what kind of goods and merit which will be produced ? when are the goods and merit made ?.  Therefore, the problem are in the form of number and kinds of goods and merit which must be produced by the economics. In order to be able to solve problems, private producers or government must do market analyses for determining the goods and merit which are needed by a society. This is done for getting the certainty that those goods and merit are really needed.
  2. How must the commodities be produced ? in other words, who do the production process, what kinds of combinations of production factors, and what kinds of techniques ?. In order to be able to solve those problems, private producers or government must determine the production techniques which are effective and efficient. Besides, there are clear divisions of the persons who will do the production. Production input, whether the way to gain or the way to use must be planned accurately.
  3. For whom the commodities be produced ? who will get benefits from the existence of goods and merits in countrywide ? or in other words, how the national products are distributed to each person ?.  To answer this question, private producers or government must do market analyses for determining the consumers who will use goods and merit. Production planning in an organization must be determined accurately, especially in determining the persons who will use the production results of goods and merit.


Sutarno,Sunarto,Sudarno,Isrorah,Siti Nurjanah. 2009. Theory and Aplication of Economics. Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Labels: , , , ,

14 October 2014

Bisnis Toko Online

Sejak bisnis terkait intenet mulai naik daun di indonesia tahun lalu, satu istilah baru menjadi makin populer menjadi bagian perbendaharaan kata orang bisnis, yaitu ekonomi baru atau the new economy. Di pusat teknologi internet, yaitu di AS, istilah the new economy sebenarnya bukan barang baru. 

Istilah ekonomi baru tentunya terpicu oleh sesuatu yang signifikan dan sistematis yang membedakannya dengan ekonomi lama. Apa indikatornya ? Apanya yang baru ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti menggelitik pikiran banyak pembaca. Ada banyak versi penjelasan perbedaan ekonomi baru-lama. Salah satu menurut saya cukup komprehensif adalah versi perusahaan konsultan multinasional McKinsey & Co seperti dipresentasikan oleh Ken Gibson pada seri seminar e-paradigm beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Salah satu indikator munculnya ekonomi baru adalah tren rasio nilai pasar dan nilai buku saham (Market-to-Book Value atau MBV). Berdasarkan data historis 1945-1990/akhir abad 20, Nilai MBV berfluktuasi namu tidak jauh dari angka satu. Jadi, persepsi investor tentang nilai saham perusahaan dalam jangka panjang rata-rata konvergen dengan nilai saham yang tercatat di pembukuan neraca perusahaan. 

Kenapa Bisnis Toko Online / e-commerce meningkat ?

Jawabnya adalah Biaya interaksi dan Transformasi.

Biaya bisnis dapat dikategorikan menjadi biaya transformasi dan biaya interaksi. Dalam revolusi industri, perkembangan teknologi memungkinkan manusia menurunkan biaya transformasi (transformasi input berupa buruh, lahan, energi, bahan baku menjadi barang jadi yang dikonsumsi konsumen). Sebaliknya, dalam revolusi informasi, biaya interaksilah yang terpangkas besar-besaran. 

Biaya interaksi merupakan uang dan waktu (biaya eksplisit dan biaya implisit) yang digunakan saat orang atau perusahaan saling bertukar barang, jasa, atau gagasan. Pertukaran tersebut bisa terjadi di dalam perusahaan, antarperusahaan, dan antara perusahaan dan konsumen. Interaksi mencakup pencarian (searching), koordinasi, dan pemantauan. Konsep biaya interaksi pada awalnya dikembangkan oleh pemenang Nobel Ekonomi Prof. Ronald Coase, dan dipoles lebih lanjut oleh Prof. Oliver Williamson (disebut sebagai biaya transaksi), serta disempurnakan oleh beberapa konsultan senior McKinsey & Co.

Toko Online memungkinkan penurunan biaya interaksi yang akan meningkatkan jumlah interaksi. interaksi menjadi lebih mudah karena tidak perlu hadir secara fisik, lebih cepat dari surat pos tercepat, tidak banyak alternatif (teks/tulisan, suara, gambar;satu arah dan dua arah; batch dan interaktif), dan lebih murah dari interlokal telepon atau surat ekspres.

Teknologi internet yang merupakan saluran penting bagi digitisasi memungkinkan peningkatan pelayanan konsumen berupa pilihan yang semakin beragam, pelayanan 24 jam sehari, dan tidak terbatas tempat.  Sebagai contoh, Anda orang melayu yang tinggal di Malaysia ingin membeli jilbab murah ke Bandung, dengan mudah mencari informasi tentang jilbab murah di Bandung melalui internet tanpa harus repot-repot berkunjung secara fisik ke Bandung. Anda bisa sambil santai dirumah membandingkan harga jilbab dan sekaligus memesan jilbab dengan mengunjungi situs majasari31.blogspot.com atau www.grosirbusanamuslimonline.com di internet.

Toko online juga meningkatkan transparansi dan kompetisi sehingga seleksi alam dalam dunia bisnis akan berlangsung lebih cepat. Akibatnya, perusahaan yang inovatif dan efisien akan lebih cepat memetik buahnya, sementara perusahaan yang kalah saing akan lebih cepat tergusur. Penghargaan dan hukuman yang lebih nyata dan cepat ini memberi insentif bagi perusahaan untuk menjadi lebih inovatif dan efisien. 

Karakteristik penurunan biaya interaksi, peningkatan transparansi dan pelayanan kepada pelanggan juga sangat menarik untuk diterapkan dalam bidang pemerintahan. Memberdayakan pemerintahan menggunakan teknologi internet merupakan bentuk nyata dari reformasi konseptual maupun operasional. Melalui pemberdayaan ini, ekonomi biaya tinggi bisa dikurangi secara signifikan. Ringkasnya, Toko online yang berimplikasi penurunan biaya interaksi sehingga pelayanan pelanggan, transparansi, dan kompetisi merupakan faktor penting dalam revolusi informasi ke arah ekonomi baru. Selamat datang di dunia ekonomi baru.

Sumber : Artikel Roy Sembel (Buku Bisnis Maya Laba Nyata)

majasari31.blogspot.com dan www.grosirbusanamuslimonline.com dengan senang hati menyambut ekonomi baru.

Labels:

21 July 2014

Solusi Konsumen

Era sekarang merupakan suatu kondisi dimana keunggulan kompetitif merupakan syarat bagi kesuksesan perusahaan. Konsumen begitu dimanjakan dengan begitu banyak pilihan untuk memutuskan mana yang akan dibeli, sementara pihak perusahaan dihadapkan pada persoalan yang mahapelik pesaing. Pilihan perusahaan untuk tetap eksis pun Cuma satu, memenangkan persaingan, caranya ? dengan meningkatkan kualitas pelayanan.
Hanya saja masalahnya, banyak pemimpin perusahaan tidak pernah memikirkan berapa nilai ekonomis setiap pelanggannya, sehingga mereka juga tidak menyadari berapa banyak pelanggannya yang hilang setiap tahun karena tidak dilayani dan dirawat dengan baik. Pelayanan masih merupakan hal langka, masih menjadi luxury, merupakan komplimen dan optional, bukan suatu paket yang sudah standar.
Pelayanan kepada konsumen (customer service) memang sudah banyak didiskusikan oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu. Seminar dibuka  denga tepuk tangan meriah, diliput puluhan kuli tinta media massa, disorot kamera televise, namu sudahkah aneka macam seminar, workshop, panel diskusi, dan training yang menyoal customer service benar-benar di realisasikan dalam menjalankan perusahaan ? sulit untuk menjawab pertanyaan yang satu ini.
Seperti dikatakan Johanes Lim Ph. D,. penerapan customer service sendiri harus melewati berbagai tahap. Tahap pertama, tindakan kuratif yaitu dengan  mengedapankan customer service. Tahap kedua, tindakan preventif dengan aksi excellen service. Tahap berikutnya, tahap ketiga, tindakan antisipatif dengan menerapkan TCSS.
Untuk kasus yang dihadapi Indonesia, banyak perusahaan masih berkutat pada fase pertama, yaitu menjalankan customer service sebagai tindakan kuratif. Dari banyak perusahaan itupun masih banyak pula perusahaan yang belum mampu melaksanakan tahap pertama ini.
Fase kedua, tindakan preventif, dengan menjalankan program excellen service. Tujuan utama yang sebenarnya adalah untuk lebih memuaskan kebutuhan pelanggan dan sekaligus mencegah timbulnya persoalan (complain) dari pelanggan. Tindakan yang digunakan adalah dengan menciptakan product plus atau value added. Namun sayang, excellen service sering gagal untuk direalisasikan sesuai konsep karena penerapannya bukan sebagai the program melainkan hanya sebagai a program dan bersifat sporadic.
Fase paling mutahkir, fase ketiga, yaitu tindakan antisipatif terhadap perubahan perilaku pasar dengan mengedepankan TCSS. TCSS dimaksudkan sebagai the program, sebagai strategi utama perusahaan agar menjadi competitive adventage bukan sebagai value added. Oleh sebab itu TCSS mempunyai sifat fundamental, radikal, dan revolusioner dengan melibatkan semua level dan semua department. Jika dipandang mendesak, maka dapat pula digunakan reengineering terhadap infrastruktur dan operasional perusahaan.
Gerakan TCSS supaya tidak berhenti dalam dataran konsep semata, Johanes Lim PhD lantas member solusi sukses guna peningkatan kinerja perusahaan. Solusi tersebut, pertama, business linked, quality service merupakan isu mendasar. Quality service tidak boleh dipandang sebagai pilihan ekstra. Program quality service dianggap sebagai sebuah investasi, bukan cost. Karenanya mereka yang mempercayai hal diatas haruslah menunjukkan kepada mereka yang meragukannya bahwa hal di atas dapat memberikan suatu hubungan timbale balik yang menguntungkan.
Solusi kedua, led from the top. Consensus yang ditetapkan perusahaan harus berasal dari top timnya. Kepemimpinan yang piawai, kritis, dan dapat mempengaruhi pemikiran orang lain hanya dapat dilakukan oleh top leader. Pemimpin harus melihat pelayanan sebagai bagian dari tugas manajemen. Karenanya pemimpin harus memiliki strategi untuk mempengaruhi orang-orang dalam rentang kendalinya agar meningkatkan pelayanannya secara kontinyu.
Solusi ketiga, empowerment. Istilah ini menegaskan bahwa pegawai yang berada di garis depan harus mampu menerima tanggung jawab bahwa merekalah pemegang kunci didalam menciptakan pengalaman para pelanggan. Pihak manajemen sendiri harus melatih pegawai garis depan untuk dapat memberikan hal terbaik bagi konsumen, serta memberikan pengakuan dan penghargaan atas usaha-usaha mereka.
Solusi keempat, supporting by training, selection and introduction.
Kesuksesan di dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen jelas tidak melalui jalan pintas. Hanya diperlukan 2% untuk inspirasi, sisanya 98% merupakan kerja keras, dedikasi dan determinasi. Sangat dibutuhkan adanya training untuk mengembangkan sikap dan kemampuan yang diharapkan. Perekrutan orang-orang berbakat lebih ideal dimasukan ke dalam budaya pelayanan perusahaan.
Sumber :
AM. Lilik Agung. 1997. Strategi Bisnis : Marketing dan Manajemen. Yogyakarta : Andi


Labels: , , , ,

30 November 2012

cara membuat keripik kentang

Tabel 1. Komposisi Kentang (per 100 gram bahan)
KOMPONENKADAR (mg)
Kalori23 kal
Karbohidrat19.100
Protein2.000
Lemak100
Phosphor56
Kalsium11
Besi0,7

BAHAN DALAM PEMBUATAN KERIPIK KENTANG

  • Kentang besar (20 kg )
  • Bawang putih (1 ons )
  • Garam ( 6 sendok makan )
  • Kapur sirih (1 ons )
  • Minyak goreng (2 kg )

PERALATAN DALAM PEMBUATAN KERIPIK KENTANG

  • Pisau
  • Ember plastik
  • Tampah (nyiru)
  • Penggorengan (wajan)
  • Kompor atau tungku
  • Panci email atau baskom plastik
  • Pengaduk
  • Saringan

CARA PEMBUATAN KERIPIK KENTANG :

  1. Kupas kentang, segera masukkan dalam ember yang berisi air, kemudian cuci sampai bersih
  2. Iris tipis-tipis dengan ketebalan 2~2 1/2 mm, langsung rendam selama 12~24 jam dalam air yang telah diberi kapur sirih;
  3. Setelah direndam, cuci lalu tiriskan;
  4. Tumbuk bawang putih dan garam sampai halus lalu masak dalam air sampai mendidih. Larutan ini harus cukup asin;
  5. Rebus irisan kentang selama 3~5 menit, kemudian tiriskan;
  6. Letakkan irisan kentang di atas tampah. Susun berjajar secara berselingan;
  7. Jemur selama 2~3 hari sampai kering;
  8. Goreng dalam minyak yang tidak terlalu panas. Bila kentang sudah mekar cepat angkat. Tiriskan
  9. Keripik kentang siap di kemas  dan  dipasarkan.



Sumber : http://binaukm.com/2011/11/peluang-usaha-pembuatan-keripik-kentang/

Labels: